Pengenalan Ideologi GmnI (Marhaenisme)

A. Pengantar Ideologi
Ideologi GmnI adalah Marhenisme. Ideologi memiliki arti suatu rangkaian ide yang terangkum menjadi satu. Munculnya sebuah ideologi didasari oleh adanya kesadaran akan suatu permasalahan yang harus diselesaikan untuk mendukung kehidupan bernegara, dengan tahapan :
 
  1. Mengamati
Kehidupan sosial masyarakat yang menjadi objek pengamatan memberikan gambaran akan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataaan.
 
  1. Bertanya
Akibat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan tersebut muncul berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang penyebab kesenjangan tersebut.
 
  1. Berpikir (Berdialektika)
Setelah melalui proses mengamati dilanjutkan dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan maka selanjutnya adalah proses berpikir. Proses berpikir tersebut merupakan suatu usaha dalam upaya mencari kebenaran yang paling mendasar untuk menemukan jawaban dari pertanyaan.
 
  1. Menjawab(berfilsafat)
Hasil dari berdialektika yang paling tinggi tadi itulah yang disebut dengan jawaban (filsafat). Filsafat yang sudah mencapai kematangan akan di kristalisasikan menjadi sistem filsafat.
 
  1. Ideologi
Sistem filsafat yang mengandung kebenaran dilaksanakan secara taat azas merupakan suatu tahapan pemikiran yang disebut Ideologi. System filsafat ini tidak semena-mena menjadi ideologi. Ketika system filsafat tersebut hanya jadi konsumsi sendiri maka kondisi itu tidak akan mencapai tahapan ideology, oleh karena itu pelaksanaan system filsafat perlu dilakukan pengajaran dan dimasyarakatkan agar menjadi sebuah Ideologi.
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s